Ajak Hidup Sehat Tanpa Obat, Warga Mojosari Ikuti Gebyar Terapi Ling Tien Kung
Ajak Hidup Sehat Tanpa Obat, Warga Mojosari Ikuti Gebyar Terapi Ling Tien Kung
Mojosari – Puluhan warga memadati Halaman SDN Jotangan Mojosari pada gelaran Gebyar Terapi Gerak Pengobatan Ling Tien Kung, Minggu, 24 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan alami sekaligus memperkuat Gerakan Hidup Sehat di wilayah Mojokerto. Turut hadir pengurus dan anggota Sasana LTK Mandiri NIP Ngoro Mojokerto serta pengurus dan anggota Sasana Dahlia LTK Jotangan Mojosari. Acara dipimpin langsung Edy Irawan, Pengurus Sasana LTK Mandiri NIP Ngoro Mojokerto. Dalam sambutannya, Edy Irawan menjelaskan bahwa Ling Tien Kung merupakan terapi gerak yang mengutamakan pengobatan alami tanpa ketergantungan obat maupun alat. “Terapi ini bukan aerobik atau senam cepat, melainkan teknik gerak perlahan yang merangsang penyembuhan, mengembalikan fungsi tubuh, serta memperbaiki aliran energi di dalam tubuh,” jelasnya. Ia menekankan gerakan Ling Tien Kung sangat mudah dilakukan, tidak membutuhkan tempat khusus, dan dapat diterapkan semua kelompok usia. Mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia dapat merasakan manfaatnya tanpa risiko cedera. “Ling Tien Kung adalah terapi untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kesembuhan, dan meremajakan tubuh. Gerakannya sederhana, rileks, namun sangat efektif bila dilakukan rutin,” ujar Edy Irawan. Dengan penuh semangat, ia mengajak masyarakat menjadikan terapi ini sebagai kebiasaan positif. “Ayo terapi tanpa obat! Terapi Ling Tien Kung tanpa alat! Dengan terapi, badan jadi sehat, usia senja tetap produktif dan bermanfaat,” serunya. Gebyar Terapi Ling Tien Kung berlangsung antusias. Peserta dari berbagai unsur mengikuti seluruh rangkaian gerakan dengan semangat. Suasana kekeluargaan dan kebugaran tampak mengiringi jalannya kegiatan. Di akhir kegiatan, Edy Irawan selaku Ketua Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus Ling Tien Kung, dan masyarakat yang berpartisipasi. Ia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan berkelanjutan, menjadi tradisi sehat di lingkungan masyarakat, dan terus memberi manfaat bagi kesehatan warga Mojokerto.(Kak Adi/B45)
Related Articles