Pecah Rekor! STAI Nurul Islam Mojokerto Resmi Jadi Institut di Usia 3,5 Tahun Belum Wisuda Angkatan Pertama, INIM Target Universitas 2028

Terkini 02 May 2026 10:35 2 min read 1,223 views By Kak Adi

Share berita ini

Pecah Rekor! STAI Nurul Islam Mojokerto Resmi Jadi Institut di Usia 3,5 Tahun Belum Wisuda Angkatan Pertama, INIM Target Universitas 2028
Sekretaris Kopertais IV Jatim Dr. M. Hasan Ubaidillah menilai transformasi ini capaian luar biasa. “Kalau tiga tahun lalu KMA STAI turun, sekarang KMA Institut turun, maka tidak lama lagi KMA Universitas juga akan turun,” ujarnya.

Pecah Rekor! STAI Nurul Islam Mojokerto Resmi Jadi Institut di Usia 3,5 Tahun Belum Wisuda Angkatan Pertama, INIM Target Universitas 2028 MOJOKERTO - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Islam Mojokerto resmi beralih status menjadi Institut Nurul Islam (INIM). Keputusan Menteri Agama Nomor 206 Tahun 2026 diserahkan Sekretaris Ditjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. Arskal Salim, GP., M.Ag., Kamis 30 April 2026 di Gedung Serba Guna Nuris 2. Prosesi penyerahan KMA berlangsung khidmat. Hadir Sekretaris Kopertais Wilayah IV Jatim Dr. M. Hasan Ubaidillah, S.H.I., M.Si., Kepala Kemenag Kab. Mojokerto, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Mojokerto, Ketua DMI Kab. Mojokerto, jajaran Rektorat, Kaprodi, fungsionaris YPP Nurul Islam, dan ratusan mahasiswa. Rekor 3,5 Tahun: Belum Lulus Sudah Jadi Institut Rektor sekaligus Pendiri YPP Nurul Islam, Dr KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M., bersyukur atas turunnya KMA di akhir April 2026. “KMA izin operasional STAI baru turun akhir September 2022. Usia kampus baru 3 tahun 7 bulan. Bahkan kami belum meluluskan angkatan pertama, mahasiswa masih proses skripsi dan yudisium,” ungkap Kiai Siddiq. Ia menyebut kondisi ini langka, bahkan belum pernah terjadi di Indonesia: perguruan tinggi belum wisuda tapi sudah alih status jadi institut. Target 2 Tahun Jadi Universitas Kiai Siddiq menegaskan INIM segera berbenah total, dari tata kelola hingga akademik dan non-akademik. Ia optimis 2028 INIM naik status jadi universitas. Perkembangan akademik juga pesat. Fakultas Ushuluddin Prodi S1 Ilmu Al-Qur’an dan Hadits serta Pascasarjana S2 PAI sudah Asesmen Lapangan dan tinggal tunggu KMA. “Dengan perubahan ini, INIM diharapkan mampu menjawab masalah umat, menjawab tantangan zaman, serta memperkuat peran sebagai pusat pendidikan tinggi berbasis nilai keislaman,” tegasnya. Kemenag RI: Seharusnya Langsung Universitas Sekretaris Kopertais IV Jatim Dr. M. Hasan Ubaidillah menilai transformasi ini capaian luar biasa. “Kalau tiga tahun lalu KMA STAI turun, sekarang KMA Institut turun, maka tidak lama lagi KMA Universitas juga akan turun,” ujarnya. Prof. Dr. Arskal Salim, GP., M.Ag. kagum dengan progres INIM: infrastruktur megah, mahasiswa banyak, fasilitas modern. “Perkembangan dalam waktu singkat ini luar biasa. Seharusnya ini tidak institut, dari sekolah tinggi langsung ke universitas; jelasnya(kak Adi)

Redaksi Mojokerto