KKN Institut Nurul Islam Mojokerto: Dari Pembukaan Hingga Penutupan, Semua Terasa Luar Biasa
KKN Institut Nurul Islam Mojokerto: Dari Pembukaan Hingga Penutupan, Semua Terasa Luar Biasa
Mojokerto— Institut Nurul Islam Mojokerto menutup kegiatan KKN Dakwah 2026 di Balai Desa Suru, Jumat (29/5). Kegiatan ini merupakan KKN Angkatan ke-2 dengan tema “Berilmu Untuk Mengabdi: liyatafaqqahu fiddin wa liyundziru qoumahum.” Acara dihadiri Rektor sekaligus pendiri dan pengasuh Ponpes Nurul Islam, Ahmad Siddiq, bersama jajaran pimpinan kampus, serta pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat Desa Suru. Kepala Desa Suru, Bapak Suyono, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan KKN tersebut. “Baru kali ini ada KKN yang benar-benar luar biasa, dari pembukaan, program kerja, hingga penutupan yang sama-sama meriah.” Ia juga berharap kegiatan ini menjadi awal silaturahmi yang berkelanjutan antara pesantren dan masyarakat desa. Dalam sambutannya, Rektor KH. Ahmad Siddiq menekankan makna Idul adha yaitu teladan dari Nabi Ibrahim tentang ketaatan dan ketaqwaan seorang hamba yang sungguh tinggi dan luar biasa sehingga menjadi sebab beliau beserta keluarga dan keturunannya dimuliakan dunia akhirat oleh Allah. Hal ini sejalan dengan doa yang sering kita baca “Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar.” Beliau juga menegaskan bahwa ilmu yang dipelajari di pesantren dan kampus harus diamalkan di masyarakat. Mayoritas peserta KKN sendiri merupakan santri yang telah menempuh pendidikan kurang lebih 10 tahun, sehingga memiliki bekal kuat dalam pengabdian berbasis nilai keislaman. KKN Dakwah ini diharapkan memberi dampak berkelanjutan serta mempererat hubungan antara Institut Nurul Islam Mojokerto dan masyarakat Desa Suru.
Related Articles