Nyala Obor Santri Mahad An Nur Singowangi: Syiar Takbiran Sarat Makna Perjuangan dan Persatuan
Nyala Obor Santri Mahad An Nur Singowangi: Syiar Takbiran Sarat Makna Perjuangan dan Persatuan Kutorejo– Api obor menyala di tangan ratusan santri Pondok Pesantren Mahad An Nur Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, saat malam takbir Idul Adha 1447 H. Bukan sekadar menerangi jalan, pawai obor ini menjadi syiar yang sarat filosofi tentang cahaya, perjuangan, dan persatuan umat. Pengasuh YPP Mahad An Nur, *K.H Mokhamad Sholeh, M.Pd.I* menegaskan bahwa pawai obor ini adalah ikhtiar menanamkan nilai keislaman sejak dini. *“Obor yang dibawa santri malam ini bukan hanya api yang menyala, tapi simbol bahwa di dada setiap santri harus ada cahaya Al-Qur’an. Tugas kita bukan hanya menghafal, tapi mengamalkan dan menyinari lingkungan. Dari pesantren untuk umat, dari Singowangi untuk peradaban,”* tutur K.H Mokhamad Sholeh saat melepas rombongan pawai. Beliau menambahkan, api yang tak padam juga menjadi pengingat tentang semangat juang para ulama. *“Dulu Kiai dan Santri berjuang dengan bambu runcing. Hari ini santri berjuang dengan ilmu dan akhlak. Obor ini tanda bahwa perjuangan itu tidak pernah mati, hanya berubah bentuknya,”* tegasnya. *Filosofi Pawai Obor* yang diusung Mahad An Nur meliputi tiga makna utama. *Pertama, Cahaya Al-Qur’an*. Obor dilambangkan sebagai Al-Qur’an dan ilmu yang menerangi kegelapan, selaras dengan firman Allah, _"Allah adalah cahaya langit dan bumi..."_ QS. An-Nur: 35. *Kedua, Semangat Perjuangan*. Api yang tak padam menggambarkan semangat juang yang diwariskan para ulama dan pejuang terdahulu. Santri hari ini meneruskan api perjuangan itu lewat dakwah dan pendidikan. *Ketiga, Persatuan dan Kebersamaan*. Ratusan obor yang menyala bersama menjadi lautan cahaya. Ini pesan kuat bahwa ketika umat bersatu dalam satu tujuan, kegelapan apapun akan mampu ditembus. Berbeda langkah, satu cahaya. Pawai obor ditutup dengan doa bersama di halaman pesantren. K.H Mokhamad Sholeh berpesan agar setiap santri pulang membawa semangat baru: menjadi obor bagi keluarga dan masyarakat.(Kak Adi/B45)
Related Articles