Rembug stunting desa Singowangi, bahas langkah cegah dan turunkan angka stunting tahun 2026

Terkini 30 Jun 2026 11:41 2 min read 95 views By Redaksi Mojokerto

Share berita ini

Rembug stunting desa Singowangi, bahas langkah cegah dan turunkan angka stunting tahun 2026
Rembug stunting desa Singowangi, bahas langkah cegah dan turunkan angka stunting tahun 2026

Rembug stunting desa Singowangi, bahas langkah cegah dan turunkan angka stunting tahun 2026

 KUTOREJO – Pemerintah Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Rembug Stunting dalam rangka percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayahnya untuk tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 30 Juni 2026. Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Singowangi, H. Suliyadi, dan ditutup langsung oleh Camat Kutorejo. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kepala Puskesmas Kutorejo, Kantor Urusan Agama Kecamatan Kutorejo, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta Pendamping Desa. Turut hadir dan berpartisipasi aktif sebagai peserta adalah perangkat desa, Tim Penggerak PKK, kader kesehatan dan kader desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Sekretaris Desa Singowangi, Adi Dwi Wahyu Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi dan menyusun rencana tindak yang jelas. “Rembug ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan wadah untuk merumuskan langkah nyata. Kami ingin seluruh unsur desa paham penyebab stunting, mengetahui peran masing-masing, dan bekerja sama secara terpadu. Tujuannya satu: menurunkan angka stunting di Desa Singowangi agar generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Adi Dwi Wahyu Purwanto. Dalam sesi diskusi, para narasumber menyampaikan materi mengenai aspek kesehatan, gizi, agama, serta pengelolaan data dan pendampingan keluarga berisiko. Hasil pertemuan ini diharapkan dapat menjadi acuan pelaksanaan program pencegahan stunting yang terarah, sinergis, dan tepat sasaran sepanjang tahun 2026.(Kak Adi /B45)

Redaksi Mojokerto